Jumat, 09 November 2012

PRODUK NON MIGAS TOPANG SURPLUS PEDAGANG

Wakil Mentri Perdagangan Bayu Khrisnamurti mengatakan,neraca perdagangan indonesia mengalamisurplus pada September ini,sebesar US$ 552,9 juta.Menurutnya  surplus neraca perdagangan didukung oleh surplus perdagangan non migas sebesar US$ 122,4 juta.Sementara neraca perdagangan migas mengalami defisit US$671,8 juta.
"Sejak bulan lalu,neraca perdagangan indonesiamengalami surplus yang menunjukan membaiknya kinerja perdagangan indonesia"Kata bayu tentang perkembangan kinerja perdagangan bulan september 2012 di gedung kementrian perdagangan,kemarin.Kenaikan ekspor non migas didukung menguatnya ekspor di sektor pertanian,industri dan sektor pertambangan yang masing-masing naik 45%,17,9% dan 5,8%."Kalau penurunan ekspor migas bersumberdari turunnya ekspor minyak mentah" Ucapnya.
Bayu mengungkapkanneraca perdagangan periode januari sampai september 2012 masih surplus sebesar US$1034,2% juta yang terdiri darisurplus perdagangan non migas sebesar US$3,3 miliar dan defisit perdagangan migas US$2,3 miliar.
Analisis :
Sesuai dengan definisinya,neraca pembayaran defisit,terjadi apabila jumlah pembayaran lebih besar dari pada jumlah penerimaan(transaksi kreditNeraca pembayaran surplus ,adalah jumlah penerimaan lebih besar dari pada jumlah pembayaran / hutang.Jika BOP surplus,bank sentral dapat membayar utang luar negrinya atau memperoleh asset cadangan tambahan dari luar negri.Neraca pembayaran seimbang,adalah apabila jumlah pembayaran atau hutang sama dengan jumlah penerimaan.
Jika dihubungkan dengan peristiwa diatas maka,hal ini merupakan sesuatu yang menguntungkan bagi negara karena,dengan adanya surplus berarti menandakan bahwa perdagangan di indonesia sedang membaik Dan hal tersebut juga akan mempengaruhi lajunya ekonomi di indonesia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar